http://gecko.web.id/
http://www.rumahweb.com/journal/arsip
http://www.webmaster-tutorial.com/tutorial/
http://www.freewebs.com/buatsite/buatsite02.htm
http://unilanet.unila.ac.id/index.php?option=displaypage&Itemid=73&op=page&SubMenu=
http://lecturer.eepis-its.edu/~riyanto/web1.html
http://werbach.com/barebones/barebone_id.html
http://phpug.freeservers.com/manual/variabel.htm
http://id.php.net/get/php_manual_en.chm/from/a/mirror
http://blog.codingwear.com/panduanphp/
http://www.ilovejackdaniels.com/cheat-sheets/php-cheat-sheet/
http://blog.phpug.or.id/2006/09/23/10-situs-penyedia-resource-php/
http://cs.uad.ac.id/riadi/2006/03/30/belajar-mysql/
http://www.ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2006/08/endy-php1.zip
http://www.ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2006/08/anon-phpmysql.zip
http://www.hostingtarget.com/hostingmanual/UPLOAD%20FILE%20Menggunakan%20WS_%20FTP.pdf
http://www.filehippo.com/software/ftp/
http://phpug.or.id/
http://www.rumahweb.com/journal/arsip
http://www.webmaster-tutorial.com/tutorial/
http://www.freewebs.com/buatsite/buatsite02.htm
http://unilanet.unila.ac.id/index.php?option=displaypage&Itemid=73&op=page&SubMenu=
http://lecturer.eepis-its.edu/~riyanto/web1.html
http://werbach.com/barebones/barebone_id.html
http://phpug.freeservers.com/manual/variabel.htm
http://id.php.net/get/php_manual_en.chm/from/a/mirror
http://blog.codingwear.com/panduanphp/
http://www.ilovejackdaniels.com/cheat-sheets/php-cheat-sheet/
http://blog.phpug.or.id/2006/09/23/10-situs-penyedia-resource-php/
http://cs.uad.ac.id/riadi/2006/03/30/belajar-mysql/
http://www.ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2006/08/endy-php1.zip
http://www.ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2006/08/anon-phpmysql.zip
http://www.hostingtarget.com/hostingmanual/UPLOAD%20FILE%20Menggunakan%20WS_%20FTP.pdf
http://www.filehippo.com/software/ftp/
http://phpug.or.id/
Albert Einstein lahir di Ulm, Jerman, pada 14 Maret 1879. Ayahnya adalah seorang insinyur listrik dan pendiri Elektrotechnische Fabrik J. Einstein & Cie. Arah hidup Einstein telah berubah sejak awal ketika ayahnya menunjukkan kompas, membawanya ke jalan penemuan yang pada akhirnya akan membentuk kembali dunia ilmiah.
Einstein putus sekolah, mendaftar di Zurich Polytechnic, mengajar di beberapa Universitas di Eropa, dan akhirnya melarikan diri ke Amerika Serikat dari Jerman setelah pengangkatan Adolf Hitler sebagai kanselir. Pada tahun 1939, Einstein menulis surat kepada Franklin D. Roosevelt, memperingatkan presiden bahwa mungkin Nazi mengembangkan bom nuklir dan menyarankan AS mencoba untuk mengalahkan mereka.
Pada tahun 1955, Einstein meninggal di negara angkatnya setelah dirawat di rumah sakit karena penyakit aneurisma aorta perut.
Tapi bagaimana dengan kehidupan cinta Einstein, aspirasi politiknya, dan pemikirannya tentang ulang tahun? Dan apa sebenarnya yang terjadi dengan otaknya setelah dia meninggal? Berikut jawabannya.
1. Lahir dengan Kepala Besar
Einstein lahir dengan kepala besar yang umumnya cacat. Bahkan, begitu besarnya sehingga dokter khawatir dia mungkin menghadapi masalah mental. Kekhawatiran ini hadir di sebagian besar masa kecilnya, sehingga dia berbicara perlahan-lahan sampai sekitar usia sembilan (ada desas-desus bahwa Einstein tidak berbicara sama sekali sampai usia empat).
2. Diminta untuk Menjadi Presiden Kedua Israel
Ketika presiden pertama Israel, Chaim Weizmann, meninggal pada tahun 1952, perdana menteri negara itu menawarkan pekerjaan itu pada Einstein. Dia akhirnya menolak posisi itu dengan menyatakan menyesal atas "kurangnya bakat alami dan pengalaman untuk menangani orang dengan baik dan untuk menjalankan fungsi resmi."
3. Otak Diawetkan dan Menjalani Petualangan Lucu
Einstein meninggal pada tahun 1955, pada usia 76. Ia menolak operasi, dengan mengatakan pada dokter, "Saya ingin pergi saat saya inginkan. Adalah hambar untuk memperpanjang hidup secara artifisial. Saya telah melakukan tugas saya, sekarang saatnya untuk pergi, saya akan melakukannya dengan elegan.." Tujuh jam setelah kematiannya, otak ilmuwan itu dipindahkan untuk pengawetan selama otopsi, oleh pemeriksa Thomas Harvery, tanpa persetujuan dari keluarganya.
Harvey, yang melarikan diri dengan otak Einstein, kehilangan pekerjaannya. Ia mengambil otak itu dan membawanya saat pindah ke Wichita, Kansas, di mana ia berteman dengan William Burroughs. Lalu ia membawanya lagi saat perjalanan kembali ke Princeton, New Jersey. Pada tahun 1997, Harvey dan otak itu melakukan perjalanan kembali ke California untuk menyerahkannya ke cucu Einstein. Namun, cucu Einstein menolaknya, dan Harvey sengaja meninggalkannya di rumah itu.
Pada akhirnya, otak itu menemukan rumah baru di laboratorium Princeton di mana ia pertama kali dikeluarkan dari tengkorak ilmuwan besar itu.
4. Putri Haram
Mungkin karena aksen atau rambut dan rasa humornya, Einstein cukup digilai cewek pada zamannya. Pada tahun 1896, ia berteman dengan Mileva Mari, salah satu wanita pertama yang mempelajari fisika di Eropa. Hubungan itu segera berkembang menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda, dan pada 1901, Mari mengandung anak Einstein. Putrinya, Lieserl, lahir tahun 1902, setahun sebelum keduanya menikah. Tidak ada yang tahu pasti apa yang terjadi pada putrinya. Dia mungkin telah diserahkan untuk diadopsi atau meninggal pada tahun 1903.
5. Kata Terakhir Misterius
Sebelum Einstein meninggal dalam tidurnya, Einstein mengucapkan kata-kata terakhirnya pada perawat Jerman. Sayangnya, perawat itu tidak mengerti bahasanya, sehingga kata-kata itu hilang selamanya. Pada saat kematiannya, fisikawan itu sedang menulis sepotong kalimat, yang berakhir tiba-tiba, "Nafsu politik, sekali mereka telah menyebar ke dalam api, meminta korban mereka ..."
6. Perempuan dan Perang
Pemikiran Einstein tentang perempuan di militer? Sederhana. Mengirimnya ke garis depan - itu akan membingungkan lawan. Dari esainya tahun 1931, The World As I See It, "Menurut pendapat saya, wanita patriotik harus dikirim ke depan dalam perang berikutnya, bukan laki-laki. Itu setidaknya akan menjadi hal baru di dalam kondisi kebingungan tak terbatas ini, dan selain itu - mengapa tidak seharusnya perasaan heroik itu menemukan yang lebih indah daripada menyerang terhadap warga sipil tak berdaya?"
7. Tidak Bisa Mengingat Ulang Tahun
Orang terpandai di dunia itu tidak bisa diganggu dengan hal-hal sepele seperti membawa payung atau mengubah pakaiannya. Einstein terkenal memiliki ingatan yang mengerikan jika menyangkut hal-hal yang dianggapnya tidak penting, segala hal hingga soal ulang tahun. Suatu saat ia pernah menulis surat kepada istrinya Mari, "ucapan selamat yang terlambat atas ulang tahun Anda kemarin, yang saya lupa sekali lagi."
Sumber :
http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2011/03/16/brk,20110316-320560,id.html

TEMPO Interaktif, Jakarta - Mozilla, pembuat web browser Firefox, akan meluncurkan Firefox 4 versi final pada 22 Maret nanti. Para pencinta Firefox sudah bisa menguduhnya pada tanggal tersebut.
Mozilla memutuskan untuk melempar Firefox 4 versi final setelah mendapat tanggapan positif dari versi Beta 12, yang diperkenalkan pada 26 Februari lalu.
“Firefox 4 RC1 mendapat sambutan luar biasa. Sekarang adalah waktunya kami melepas versi akhir. Tak ada lagi yang mengahalangi,” kata Damon Sicore dari Mozilla.
Bagi pengguna Firefox 3,5 dan 3,6 bisa meng-upgarde ke versi terbaru dengan memilih 'Check for updates' dari menu Help.
Sedangkan bagi pengguna Firefox 4 versi beta akan secara otomatis pindah ke versi terbaru tanpa harus melakukan setting seperti pada versi terdahulu.
Keputusan Mozilla melepas Firefox 4 ini hanya selang beberapa pekan setelah Microsoft meluncurkan Internet Explorer 9.
Juga pada Februari, Google memperkenalkan versi terbari untuk web browser mereka Google Chrome.

Mozilla memutuskan untuk melempar Firefox 4 versi final setelah mendapat tanggapan positif dari versi Beta 12, yang diperkenalkan pada 26 Februari lalu.
“Firefox 4 RC1 mendapat sambutan luar biasa. Sekarang adalah waktunya kami melepas versi akhir. Tak ada lagi yang mengahalangi,” kata Damon Sicore dari Mozilla.
Bagi pengguna Firefox 3,5 dan 3,6 bisa meng-upgarde ke versi terbaru dengan memilih 'Check for updates' dari menu Help.
Sedangkan bagi pengguna Firefox 4 versi beta akan secara otomatis pindah ke versi terbaru tanpa harus melakukan setting seperti pada versi terdahulu.
Keputusan Mozilla melepas Firefox 4 ini hanya selang beberapa pekan setelah Microsoft meluncurkan Internet Explorer 9.
Juga pada Februari, Google memperkenalkan versi terbari untuk web browser mereka Google Chrome.

Terlahir dari keluarga miskin membuat Kiswanti (44 tahun) tahu betul betapa mahalnya pendidikan buat orang-orang seperti dia. Saat SD, perempuan asal Bantul, Yogyakarta, ini sempat tidak bisa naik kelas hanya karena tidak bisa membayar SPP. Bapaknya hanya seorang tukang becak yang tidak sanggup menyekolahkan Kiswanti seperti anak-anak kebanyakan. Padahal, saat itu Kiswanti tergolong siswa berprestasi yang sering memenangi lomba. Setelah sempat putus sekolah, Kiswanti kecil akhirnya bisa menyelesaikan pendidikan SD sambil bekerja di sebuah perpustakaan.
Lulus SD, Kiswanti harus puas sampai di situ. Orangtuanya sudah tidak sanggup lagi menyekolahkannya ke jenjang yang lebih tinggi. Karena ia ingin seperti teman-temannya yang bersekolah di SMP, Kiswanti akhirnya "bersekolah" sendiri. Ia membaca buku-buku pelajaran SMP seperti yang dipelajari teman-temannya. Setiap hari, sepulang bapaknya dari mengayuh becak, ia minta dibawakan oleh-oleh spesial: majalah dan koran bekas. Sesekali ia minta diantar bapaknya berbelanja buku bekas di pasar loak di Yogyakarta.
Karena setiap hari membaca koran dan majalah bekas itulah Kiswanti tumbuh menjadi penggemar buku-buku bacaan "kelas berat". Meskipun hanya lulusan SD, ia bisa melahap novel-novel karya Pramoedya Ananta Toer. Ketika merantau ke Jakarta untuk menjadi pembantu rumah tangga, ia bahkan mengajukan permintaan yang agak nyeleneh kepada majikannya yang punya koleksi buku seperti perpustakaan. Ia minta tidak dibayar dengan uang tapi dengan buku.
"Saya akan membuat perpustakaan," katanya kepada majikannya. Tapi sang majikan menolak. Ia tetap membayar Kiswanti dengan uang lalu mengajaknya pergi ke pasar buku bekas di Kwitang, Jakarta Pusat.
Kebiasaan membeli buku bekas itu membuat Kiswanti menjadi seperti saudagar buku. Koleksinya mencapai lebih dari dua ratus judul. Cukup ganjil untuk ukuran seorang pembantu rumah tangga lulusan SD. Ia mengangankan punya sebuah perpustakaan yang bisa diakses siapa saja secara gratis. Pengalaman masa kecil membuat Kiswanti sadar betul pentingnya pendidikan yang terjangkau oleh semua orang.
Begitu kuat tekadnya, hingga saat hendak menikah, ia lagi-lagi mengajukan permintaan yang agak nyeleneh kepada calon suaminya, Ngatmin. Setelah menikah, Ngatmin yang asli Kebumen, Jawa Tengah, itu wajib membantunya membuat perpustakaan. Tak tanggung-tanggung, Kiswanti bahkan meminta syarat ini ditandatangani di surat perjanjian di atas kertas bermaterai! Padahal, calon suaminya itu hanya seorang kuli bangunan yang tidak tamat SD.
Tekad Kiswanti benar-benar sudah bulat. Tahun 1994, ketika ia menetap di Desa Pemagarsari, Parung, Bogor, koleksi bukunya mencapai 250 judul plus kliping majalah dan koran yang mulai ia buat sejak lulus SD. Saat itu buku-buku tersebut masih menjadi koleksi perpustakaan pribadi.
Tahun 1997 ia mulai menawarkan koleksi bukunya untuk dipinjam warga kampung. Tahun 2003, ia membeli sebuah sepeda mini dari hasil menabung selama tiga tahun. Sepeda itu ia gunakan untuk berkeliling membawa buku ke kampung-kampung sekitar yang berada dalam jarak tempuh sekitar 13 km dari Pemagarsari. Dengan keranjang buku di bagian depan dan belakang sepeda, ia berkeliling setiap hari sambil berjualan jamu dan rempeyek.
Tiap kali menjumpai kerumunan anak-anak yang sedang bermain, ia berhenti dan menawarkan buku bacaan kepada mereka. Ternyata akan-anak itu sangat antusias membaca aneka buku yang ia bawa. "Minat baca mereka itu sebenarnya tinggi. Yang rendah itu daya beli buku," kata Kiswanti menarik kesimpulan.
Untuk menambah koleksi buku, Kiswanti mengaku harus berhemat luar biasa demi bisa membeli buku bekas secara kiloan atau buku-buku diskon di hari terakhir pameran. Setiap bulan ia menempuh laku yang di masyarakat Jawa dikenal sebagai tirakat. Kiswanti menyebut lakunya sebagai "melaparkan diri". Setiap bulan ia mengurangi jatah makannya selama sepuluh hari. Uang yang bisa dihemat dari tirakat itu kemudian ia gunakan untuk membeli buku.
Waktu itu buku-buku koleksinya hanya disimpan di dalam kardus. Anak-anak membaca di teras atau ruang tamu rumahnya yang mungil. Karena jumlah pengunjung terus bertambah, teras dan ruang tamu rumahnya tidak lagi bisa menampung mereka. Kiswanti pun membeli tanah seluas 45 m2 di sebelah rumahnya. Selama enam tahun, ia mencicil harga tanah itu dari upah menjadi tukang cuci piring.
Begitu tanah lunas dibayar, Kiswanti dan keluarganya lagi-lagi harus meneruskan tirakat. Untuk biaya membangun perpustakaan, suaminya harus merelakan sepeda motor miliknya untuk dijual. Padahal status kredit sepeda motor itu masih belum lunas. Anaknya juga harus merelakan tabungannya dipakai untuk biaya membangun perpustakaan.
Pendeknya, untuk membuat perpustakaan itu, Kiswanti sekeluarga harus banting tulang mencari uang. Kiswanti bahkan pernah mengikuti acara tantangan adu nyali di sebuah stasiun televisi. Dari acara itu ia mendapatkan uang Rp 20 juta yang kemudian ia gunakan untuk membangun perpustakaannya.
Berdirinya perpustakaan yang diberi nama Warung Baca Lebak Wangi (Warabal) itu ternyata mengubah tradisi belajar anak-anak kampung Pemagarsari. Di Warabal, anak-anak bebas membaca buku, meminjamnya untuk dibawa pulang, bermain, berolahraga, dan melakukan kegiatan-kegiatan edukatif lainnya secara gratis. Hanya beberapa jenis kegiatan yang dipungut biaya, seperti kelas bahasa Inggris, komputer, dan playgroup. Hasil iuran dari anak-anak inilah yang digunakan untuk menutup biaya operasional Warabal.
Anak-anak kampung yang sebelumnya banyak menghabiskan waktu di depan televisi akhirnya menjadi lebih giat membaca. Beberapa orangtua malah mengaku kepada Budhe, panggilan akrab Kiswanti, bahwa tagihan listrik di rumah menjadi lebih kecil karena anak mereka tidak lagi suka menonton televisi.
Di Warabal, anak-anak yang dianggap bebal dan tidak begitu dihargai di sekolah bisa menemukan rasa percaya dirinya. Beberapa dari mereka ternyata menemukan bakatnya di sini setelah ikut kegiatan keterampilan seperti menggambar, berpidato, mendaur ulang sampah, dan sebagainya. Sebagian dari mereka bahkan kemudian menjadi juara lomba keterampilan di olimpiade taman baca se-Jabodetabek.
AWAL tahun 2008, Warabal sempat mengalami masa sulit. Ceritanya bermula ketika Kiswanti memberi pelajaran tentang Monumen Nasional (Monas) di Jakarta. Selesai mendapat pelajaran, anak-anak itu dengan lugu meminta Kiswanti agar mengajak mereka mengunjungi Monas. Bagi anak-anak kampung itu, pergi ke Monas adalah rekreasi yang sangat mewah.
Akhirnya disepakati mereka harus menabung sampai Rp 35.000,- per anak. Tiap datang ke Warabal, mereka harus menabung di celengan plastik yang dibeli oleh Kiswanti. Namun, rupanya cara ini mendatangkan masalah. Anak-anak itu kemudian sering minta uang kepada orangtua mereka di luar jatah. Akhirnya banyak orangtua yang mengeluh kepada Kiswanti. Banyaknya keluhan itu sampai membuat Kiswanti tertekan. Masalah ini baru terpecahkan ketika Kiswanti bertemu donatur di sebuah acara yang diadakan oleh komunitas taman baca 1001Buku. Atas bantuan donatur, anak-anak kampung itu bisa berkunjung ke Monas.
Kini, setelah enam tahun berdiri, koleksi buku Warabal mencapai lebih dari 7.000 judul. Sebagian besar dibeli oleh Kiswanti sendiri, sebagian kecil sumbangan dari beberapa lembaga dan donatur. Sehari-hari perempuan yang beberapa kali mendapat penghargaan dalam kategori pendidikan ini dibantu oleh beberapa orang guru relawan. Sama seperti Kiswanti, mereka pun bekerja tanpa bayaran.
Selain menyelenggarakan pendidikan nonformal bagi anak-anak, Warabal juga menyelenggarakan kegiatan pendidikan buat ibu-ibu. Secara berkala mereka diajak untuk berdiskusi tentang masalah-masalah yang sedang populer, misalnya flu babi, gempa, demam berdarah, dan sebagainya.
Karena banyaknya kegiatan, setiap hari Warabal selalu ramai dikunjungi anak-anak. Mulai dari usia taman bermain, SD, SMP, hingga SMA. Total anggota yang aktif sekitar 400-an orang. Cukup banyak untuk ukuran perpustakaan sederhana di sebuah desa kecil. Bukan hanya menyediakan buku, kini Warabal juga memiliki enam unit komputer sumbangan donatur. Semua berawal dari mimpi Kiswanti untuk menyediakan pendidikan yang terjangkau semua orang.
Sumber :
http://intisari-online.com/home/read/76/taman-pendidikan-untuk-semua-orang

Buku dapat menjadi hadiah menarik untuk anak-anak. Namun tidak mudah menemukan materi bacaan yang sesuai dengan ketertarikan, kematangan, atau tahap membaca anak. Sebelum Anda beranjak ke toko buku atau perpustakaan, simak pedoman-pedoman berikut.Bayi dan Balita
Hingga usia sekitar dua tahun, pola berpikir anak berorientasi pada perabaan. Buku tebal dengan warna-warna terang, tulisan yang berhuruf besar dan tebal serta gambar sederhana merupakan buku ideal untuknya. Buku ini mengandung unsur-unsur yang interaktif, seperti beberapa bagian dari buku tersebut dapat bergerak, serta pola-pola yang dapat disentuh.
Buku-buku dengan tekstur yang berbeda-beda dan memiliki lipatan-lipatan yang keluar dari buku tersebut sesuai untuk bayi maupun balita. Buku-buku yang dapat disandarkan dan mudah dibersihkan (bilamana mereka mencoret-coret di buku tersebut mudah dihapus) merupakan pilihan yang tepat untuk mereka. Carilah buku yang memuat tentang kegiatan sehari-hari, seperti tidur, mandi, waktunya makan, atau tentang percakapan dasar. Tentunya dengan ilustrasi gambar anak-anak. Jika cilukba merupakan permainan favorit Anda, buku dengan cover yang tebal merupakan pilihan yang sempurna.
Banyak balita yang berusia tiga tahun mulai memahami bagaimana membaca dan mereka akan senang mengulang atau mengeja kata per kata yang tertera pada buku tersebut. Dari warna ke angka dan bagaimana cara berpakaian, balita yang berusia ini senang mengulang apa yang mereka pelajari sehari-hari. Jika Anda pencinta binatang dan kesenian, carilah buku-buku ini untuknya.
Prasekolah
Sekitar usia tiga atau empat tahun, mereka mulai menikmati buku-buku cerita. Dengan bertambahnya perhatian dan kemampuan mereka untuk memahami lebih banyak kata-kata, buku-buku bergambar serta plot cerita yang kompleks adalah pilihan yang tepat untuk mereka. Cerita-cerita yang berunsur fantasi, dari binatang hingga peri-peri, akan memukau imajinasi mereka, layaknya cerita antah berantah.
Cobalah buku-buku non-fiksi mengenai satu topik menarik yang mereka sukai. Kebanyakan anak-anak pada usia ini telah belajar lebih banyak angka dan huruf. Buku yang merangkai kata-kata dan bermuatan hitungan ideal untuk mereka. Hal tersebut dapat mengasah emosi dan perilaku mereka, terutama dalam bersosalisasi dengan anak-anak lain di sekolah mereka (play group).
Anak usia sekolah
Pada usia sekolah, anak sudah dapat membaca buku sendiri tanpa pendampingan orangtua lagi. Banyak penerbit buku mendedikasi buku bacaan dengan tahap bacaan yang berbeda. Pada sampul depan buku tersebut disediakan kunci untuk memahami buku tersebut dengan tahapan yang berbeda. Anda pun dapat memilih buku diatas tahap baca anak.
Mencari buku yang tepat untuknya, tidak selalu berhubungan dengan ketertarikan anak. Bisa juga dengan mendorong eksplorasi ketertarikan subjek yang baru. Misalnya anak senang dengan cowboy, carilah buku yang memuat bacaan mengenai kehidupan barat zaman dulu atau sejarah abad ke-19.
Anak-anak segala usia
Semua anak suka cekikikan. Buku-buku yang mengandung lelucon pasti akan mereka gemari. Koleksi dongeng, cerita anak-anak, puisi, dan kumpulan sajak, semua ditawarkan dalam sebuah buku. Buku tanpa kata dengan ilustrasi yang imaginatif, dapat menarik anak-anak. Melihat gambar dan merangkai cerita dapat mengembangkan imajinasi dan pola pikir luas.
Jangan lupakan buku dan ceritanya. Selalu ada alasan baik untuk menyayangi buku, demikian pula dengan anak Anda.
Sumber :
http://intisari-online.com/home/read/89/temukan-bacaan-yang-tepat


